Profil Marihad Simon, Pendiri PT Parnaraya

Profil Marihad Simon, Pendiri PT Parnaraya

PT Parnaraya dikenal sebagai salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Tidak hanya di bidang logistik, bahkan perusahaan ini membawahi berbagai macam perusahaan lain yang dimilikinya seperti kebun sawit dan pabrik migas. Besarnya pamor Parnaraya Group tidak lepas dari jasa Si Pendiri yang dikenal dengan sebutan PAK SIM.

Profil Bapak Marihad Simon Simbolon Pemilik Parna Raya

Profil Marihad Simon, Pendiri PT Parnaraya PT Parnaraya dikenal sebagai salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Tidak hanya di bidang logistik, bahkan perusahaan ini membawahi berbagai macam perusahaan lain yang dimilikinya seperti kebun sawit dan pabrik migas. Besarnya pamor Parnaraya Group tidak lepas dari jasa Si Pendiri yang dikenal dengan sebutan PAK SIM. Profil Bapak Marihad Simon Simbolon Pemilik Parna Raya PT Parnaraya dibangun oleh Pak Sim sejak tahun 1960. Pak Sim, itulah sebutan untuk Marinhod Simon yang diberikan oleh mitra kerja dan karyawannya. Ia dikenal sebagai sosok suami yang sangat perhatian kepada istri dan anak-anaknya. Cucu-cucu dari Pak Sim juga amat menyayangi kakeknya tersebut. Usianya sekarang memang sudah senja, namun semangat beliau masih luar biasa. Pak Sim mengawali usahanya ketika ia berusia 20 tahun, usia yang terbilang masih sangat muda. Awalnya, ia bekerja di Tanjung Priok Jakarta Utara. Bekerja di Tanjung Priok membuat Pak Sim ini melihat peluang yang sangat besar bagi usaha transportasi industry. Pemikirannya itu kemudian dijadikannya sebagai kesempatan yang sangat besar untuk mendirikan sebuah Industri. Kemudian, tahun 1972 ia mendirikan PT Parnaraya yang hanya memiliki satu truk saja untuk mengangkut barang-barang dari kapal menuju lokasi industry yang ada di Jakarta. Rupanya, apa yang dilihatnya pada usia 20 tahun tersebut memang benar-benar menjadi kesempatan emas yang membesarkan dirinya hingga sekarang. Sukses dengan satu truk, Pak Sim menggunakan uangnya untuk membeli truk lagi. Ia juga memperbesar usahanya dengan mendirikan perusahaan lain yang bergerak di bidang perdagangan, migas dan mineral, transportasi darat dan lat, dan masih banyak lagi perusahaan lain yang dimilikinya. Pangsa pasar Pak Sim ini tidak hanya di kalangan Indonesia saja. Namun, ia telah bekerja sama dengan berbagai industry domestic seperti Australia, China, dan Asia Pasifik. Besarnya industri yang dimilikinya ternyata tidak membuat ia cepat puas. Nyatanya, pak Sim ini terus berkompetisi dan mencari kesempatan lain untuk dijadikan sebagai peluang. Lika-liku Pak Sim dalam menjalankan PT Parnaraya miliknya juga tidak selalu mulus. Bahkan, ia sendiri pernah tersandung kasus korupsi kala itu. Namun, dengan terus bangkit dan memperbaiki diri, usahanya pun terus berjalan hingga sekarang ini. PT Parnaraya dibangun oleh Pak Sim sejak tahun 1960. Pak Sim, itulah sebutan untuk Marinhod Simon yang diberikan oleh mitra kerja dan karyawannya. Ia dikenal sebagai sosok suami yang sangat perhatian kepada istri dan anak-anaknya. Cucu-cucu dari Pak Sim juga amat menyayangi kakeknya tersebut.

Usianya sekarang memang sudah senja, namun semangat beliau masih luar biasa. Pak Sim mengawali usahanya ketika ia berusia 20 tahun, usia yang terbilang masih sangat muda. Awalnya, ia bekerja di Tanjung Priok Jakarta Utara. Bekerja di Tanjung Priok membuat Pak Sim ini melihat peluang yang sangat besar bagi usaha transportasi industry.

Pemikirannya itu kemudian dijadikannya sebagai kesempatan yang sangat besar untuk mendirikan sebuah Industri. Kemudian, tahun 1972 ia mendirikan PT Parnaraya yang hanya memiliki satu truk saja untuk mengangkut barang-barang dari kapal menuju lokasi industry yang ada di Jakarta.

Rupanya, apa yang dilihatnya pada usia 20 tahun tersebut memang benar-benar menjadi kesempatan emas yang membesarkan dirinya hingga sekarang. Sukses dengan satu truk, Pak Sim menggunakan uangnya untuk membeli truk lagi. Ia juga memperbesar usahanya dengan mendirikan perusahaan lain yang bergerak di bidang perdagangan, migas dan mineral, transportasi darat dan lat, dan masih banyak lagi perusahaan lain yang dimilikinya.

Pangsa pasar Pak Sim ini tidak hanya di kalangan Indonesia saja. Namun, ia telah bekerja sama dengan berbagai industry domestic seperti Australia, China, dan Asia Pasifik. Besarnya industri yang dimilikinya ternyata tidak membuat ia cepat puas. Nyatanya, pak Sim ini terus berkompetisi dan mencari kesempatan lain untuk dijadikan sebagai peluang.

Lika-liku Pak Sim dalam menjalankan PT Parnaraya miliknya juga tidak selalu mulus. Bahkan, ia sendiri pernah tersandung kasus korupsi kala itu. Namun, dengan terus bangkit dan memperbaiki diri, usahanya pun terus berjalan hingga sekarang ini.

Parna Raya Niaga © 2018 Parna Raya